Keberhasilan pembangunan berbasis lingkungan dan perlindungan wilayah adat sangat bergantung pada kedaulatan data di tingkat tapak. Menyadari hal tersebut, Perkumpulan Mandala Katalika (Manka) berkolaborasi dengan Forest Watch Indonesia (FWI) menyelenggarakan rangkaian Workshop Baseline Sosio-Ekologi dan Pelatihan Analisis Spasial bagi mitra lokal di Kabupaten Merauke pada 25–26 November 2025 lalu.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa data dan informasi terkait kondisi sosial serta ekologi Papua Selatan dapat dikelola secara mandiri oleh mitra lokal. Dokumen baseline yang disusun bukan sekadar catatan teknis, melainkan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan daerah yang memperhatikan kontribusi masyarakat adat terhadap ketahanan pangan dan perlindungan hutan.

Program ini melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga mitra strategis, termasuk PHAP, Jerat, Universitas Musamus (Unmus), Eladpper, PPC, dan Keuskupan Merauke. Pelatihan dibagi menjadi dua fokus utama. Untuk yang pertama adalah tingkat manajerial berupa workshop bagi pimpinan organisasi untuk menyelaraskan pemahaman mengenai keterkaitan data lapangan dengan kebijakan perlindungan lahan dan pangan lokal. Dan, untuk yang kedua adalah tingkat teknis. Hal ini berupa pelatihan bagi staf program dan pengelola data untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam pembaruan dan analisis data spasial secara mandiri.


Selain penguatan teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang sinkronisasi progres Studi Pangan Lokal yang sedang berjalan di Papua Selatan. Melalui diskusi intensif, Manka dan para mitra berhasil memetakan alur integrasi data yang akan mendukung Program Pengembangan Iklim di wilayah tersebut. Sebagai tindak lanjut, para mitra berkomitmen untuk mengimplementasikan rencana kerja pembaruan data secara rutin dan melakukan validasi lapangan. Dengan penguatan kapasitas ini, diharapkan dokumen baseline sosio-ekologi dapat berfungsi optimal dalam memperkuat partisipasi masyarakat dan memastikan keberlanjutan perlindungan hutan serta area pangan lokal di Papua Selatan.