Manka, 7 Oktober 2026 — Mandala Katalika (Manka) menyelenggarakan kegiatan ramah tamah bersama mitra Civil Society Organization (CSO) di Papua Selatan pada Kamis, 14 Agustus 2026, di Kantor Manka Papua Selatan, Merauke. Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi Manka dan para mitra untuk mempererat hubungan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah berjalan, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai potensi kerja sama ke depan.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah mitra Manka, yaitu Perkumpulan Harmoni Alam Papuana (PHAP), El Adpper, Universitas Musamus, Papua Paradise Center (PPC), dan JERAT Papua. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Manka untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan para mitra dalam mendukung pengembangan berbagai program, khususnya terkait isu iklim dan lingkungan di Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Juliarta Bramansa Ottay selaku Direktur Manka menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi dan kerja sama yang telah terbangun bersama para mitra. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja-kerja Manka di tingkat lokal, sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan inisiatif bersama yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan konteks Papua Selatan.
Selain menjadi momentum apresiasi, pertemuan ini juga dirancang sebagai ruang konsolidasi dan pertukaran perspektif antar-mitra. Masing-masing organisasi berkesempatan memperkenalkan profil, aktivitas, serta isu yang sedang menjadi perhatian. Proses ini membantu para peserta mengenali kerja satu sama lain dan menemukan titik temu yang dapat dikembangkan menjadi kolaborasi baru.
Suasana pertemuan dibuat lebih cair melalui sesi perkenalan yang interaktif. Para peserta tidak hanya memperkenalkan nama dan organisasi, tetapi juga berbagi hal-hal sederhana seperti makanan favorit. Aktivitas tersebut menjadi cara untuk membangun kedekatan personal sebelum memasuki diskusi yang lebih substantif.
Ruang diskusi kemudian berkembang pada berbagai potensi kerja sama ke depan. Pertukaran pengalaman dari organisasi dengan latar belakang dan keahlian yang berbeda menunjukkan bahwa kolaborasi di Papua Selatan memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, baik dalam isu iklim, lingkungan, pendidikan, maupun penguatan kapasitas masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan agenda menonton bersama film tentang pangan lokal yang diproduksi di Kampung Yanggandur dan Kampung Urumb, Merauke. Film tersebut mengangkat cerita mengenai pangan lokal dan pengetahuan masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya pangan di wilayah Papua Selatan.
Sebelum film diputar lebih luas ke sekolah-sekolah, Manka mengajak para mitra untuk menyaksikan film tersebut bersama dan memberikan tanggapan. Diskusi ini menjadi ruang untuk memperoleh masukan mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada generasi muda, sekaligus memastikan bahwa materi edukasi yang dikembangkan dapat merepresentasikan konteks dan pengetahuan lokal secara tepat.

Berbagai perspektif yang muncul dari diskusi memberikan sejumlah insight untuk penyempurnaan film sebelum digunakan sebagai media edukasi bagi anak muda. Proses ini sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi dengan mitra dapat berperan dalam memastikan sebuah inisiatif komunikasi memiliki relevansi yang kuat dengan konteks lokal.
Melalui kegiatan ramah tamah ini, Manka menegaskan pentingnya hubungan jangka panjang dengan mitra sebagai bagian dari kerja kolaboratif di Papua Selatan. Pertemuan yang dimulai dari saling mengenal, berbagi pengalaman, hingga berdiskusi mengenai program dan potensi kerja sama menjadi fondasi untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat ke depan.