Manka, 12 Oktober 2026 – Sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi, Manka telah bekerjasama dengan Yappika ActionAid sejak 2025. Proses ini mencangkup perumusan core values Manka dan perumusan mandat setiap posisi. Pada tahap lanjutan, Manka kembali mengadakan workshop membangun kemitraan strategis untuk menyepakati arah kemitraan, mengidentifikasi karakteristik, segmen, dan kriteria mitra strategis, serta menghimpun masukan untuk membangun tata kelola kemitraan yang setara, transparan, inklusif, dan akuntabel.
Workshop yang dilaksanakan secara daring pada 24 Agustus 2026 ini menjadi ruang dialog untuk menyusun kerangka kerangka kemitraan yang selaras dengan peran Manka sebagai organisasi katalis. Manka melakukan refleksi melalui tiga fungsi utama. Pertama, sebagai orkestrator ekosistem yang memfasilitasi ruang kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan solusi bersama, termasuk menyatukan perspektif akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh adat serta memfasilitasi ruang dialog inklusif di Papua.
Kedua, Manka berperan sebagai pembangun kapasitas transformatif. Melalui instrumen penyaluran sub-grant,Manka mendukung ketahanan tata kelola kelembagaan dan kemandirian mitra lokal. Manka juga memberikan pendampingan teknis agar mitra lokal dapat mengakses pendanaan iklim serta berkolaborasi dengan pengelola taman nasional dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketiga, Manka berperan sebagai pendorong perubahan kebijakan publik dengan melakukan eskalasi praktik baik dari lapangan menjadi agenda advokasi kebijakan. Peran ini diperkuat melalui fasilitasi kolaborasi riset dengan berbagai lembaga untuk membangun narasi advokasi yang solid dan berbasis bukti.
Sesi Breakout Room diskusi mengenai kemitraan strategisSetelah menyamakan persepsi mengenai peran organisasi katalis, diskusi dilanjutkan dengan pemetaan segmen mitra. Proses ini bertujuan mengidentifikasi pihak-pihak yang perlu diajak bekerja sama serta memahami karakteristik utama masing-masing aktor agar dapat menjadi panduan praktis dalam menyeleksi mitra yang mendukung agenda strategis Manka.
Hasil pemetaan mencakup 12 segmen mitra, yaitu pemerintah, lembaga riset dan akademisi, swasta, tokoh adat, masyarakat akar rumput atau tapak, organisasi masyarakat sipil, lembaga keuangan masyarakat, lembaga donor, media, organisasi keagamaan, kelompok seni dan budaya, serta influencer. Setiap segmen dipetakan berdasarkan karakteristik, nilai tambah yang dapat ditawarkan Manka, strategi akuisisi, dan strategi retensi.
Diskusi juga menghasilkan sejumlah nilai yang diusulkan sebagai pedoman Manka dalam menjalin kemitraan, yaitu kesetaraan, sinergi dan ko-kreasi, keselarasan dan inklusivitas, transparansi dan akuntabilitas, manfaat bersama dan penguatan kapasitas, serta ruang aman dan anti kekerasan. Nilai-nilai tersebut menempatkan kemitraan sebagai hubungan yang saling menghormati, menggabungkan kekuatan dan sumber daya, serta menghasilkan dampak bersama.
Lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan pedoman bagi Manka dalam membangun kemitraan yang transformatif dan akuntabel, sejalan dengan visi Manka sebagai organisasi katalis.