Oct 15 2026

FGD 2 Multipol Siak Rumuskan Arah Intervensi untuk Penguatan Pangan Lokal


FGD 2 Multipol Siak Rumuskan Arah Intervensi untuk Penguatan Pangan Lokal

Manka, 15 Oktober 2026 โ€” Program Multipol Siak memasuki tahap perumusan arah intervensi melalui Focus Group Discussion (FGD) 2 yang telah dilaksanakan pada 23โ€“24 September 2026 di Siak, Provinsi Riau. Dalam kegiatan ini, peserta merumuskan tiga skenario intervensi, yaitu Pangan Lokal & Hak Adat, Tata Kelola Iklim & Restorasi Gambut, serta Ekonomi Restoratif & Jasa Lingkungan. Dari proses penapisan, penguatan pangan lokal dan hak adat diidentifikasi sebagai salah satu kebutuhan paling mendesak untuk didorong pada tingkat kampung.

Penguatan kedaulatan pangan membutuhkan dukungan terhadap kepastian hak atas wilayah kelola masyarakat sekaligus penguatan akses komoditas lokal ke pasar dan program nasional. Salah satu peluang yang dibahas adalah integrasi pangan lokal seperti sagu dan nanas dalam kebijakan โ€œ1 Hari Pangan Lokalโ€ pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk mendukung implementasinya, sejumlah langkah dirumuskan, mulai dari pemetaan kawasan pangan secara partisipatif, penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Pangan, penetapan harga acuan yang adil, hingga penguatan legalitas kawasan pangan melalui Surat Keputusan (SK) di tingkat kampung.

Selain pangan lokal, FGD juga membahas penguatan tata kelola iklim dan restorasi gambut. Intervensi di tingkat tapak diarahkan pada pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara permanen serta perlindungan ekosistem gambut melalui pendekatan restorasi berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut mengintegrasikan rewetting, revegetation, dan revitalization sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem sekaligus penguatan mata pencaharian masyarakat.

Sementara itu, skenario ekonomi restoratif dan jasa lingkungan diarahkan untuk membuka peluang ekonomi kampung melalui pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pengembangan ekowisata berbasis komunitas, serta komersialisasi jasa lingkungan secara berkelanjutan. Penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), sertifikasi green supply chain, serta skema pembiayaan seperti Payment for Ecosystem Services (PES) dan biodiversity credit menjadi bagian dari pendekatan yang dibahas untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Paparan Dr. Fakhrizal Nashr SGPP

Hasil FGD kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah target implementasi yang lebih terukur. Pada skenario pangan lokal, tindak lanjut mencakup penyusunan SK Kawasan Pangan Lokal, penerbitan Surat Edaran (SE) tentang 1 Hari Pangan Lokal untuk komoditas sagu dan nanas dalam program MBG, serta pembentukan Forum Komunikasi Komoditas Sagu lintas kabupaten.

https://manka.id/wp-content/uploads/2026/10/FGD-2-Multipol-Siak-Rumuskan-Arah-Intervensi-untuk-Penguatan-Pangan-Lokal-1.jpgPaparan Adam, NGO Perkumpulan Elang

Melalui FGD 2 ini, Multipol Siak tidak hanya memetakan isu prioritas, tetapi juga mulai menerjemahkannya ke dalam arah intervensi, target, dan langkah implementasi yang lebih konkret. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara ketahanan pangan masyarakat, perlindungan ekosistem, hak masyarakat atas wilayah Kelola.