Nov 02 2026

Manka dan OIKN Perkuat Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Riset Owa Kalimantan di IKN


Manka dan OIKN Perkuat Pemantauan Keanekaragaman Hayati dan Riset Owa Kalimantan di IKN

Ibu Kota Nusantara, 2 November 2026 – Pemantauan keanekaragaman hayati membutuhkan data yang akurat, metode pengamatan yang tepat, dan pencatatan yang konsisten. Untuk mendukung upaya ini, Manka bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengadakan pelatihan pengambilan data keanekaragaman hayati bagi 14 staf Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) OIKN pada 13–15 Oktober 2026.

Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf OIKN dalam melakukan survei tumbuhan dan satwa liar secara sistematis dan terstandar. Kemampuan ini penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan serta pemantauan biodiversitas di kawasan IKN, termasuk pengembangan riset jangka panjang owa kalimantan di Koridor Satwa Utara.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan jenis tumbuhan di Kalimantan dan metode survei vegetasi, serta berbagai teknik pengamatan satwa liar. Materi mencakup metode line transect dan point count, penggunaan kamera jebak (camera trap), teknologi bioakustik, serta metode pemantauan jangka panjang terhadap owa kalimantan.

Ambriansyah (pakar botani), Rustam (akademisi Universitas Mulawarman), Gusti Wicaksono (Manka), dan Panji Gusti Akbar (BISA Indonesia) menjadi pemateri dalam pelatihan ini. Masing-masing membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali jenis tumbuhan, melakukan survei satwa liar, serta menerapkan berbagai metode pemantauan biodiversitas, mulai dari pengamatan langsung hingga penggunaan kamera jebak dan teknologi bioakustik.

Pengenalan dan Alur Pelaksanaan Passive Acoustic Monitoring

Peserta juga diajak mempraktikkan materi yang telah dipelajari melalui survei tumbuhan dan satwa liar di kawasan Air Terjun Tembinus. Dalam beberapa kelompok, mereka melakukan pengamatan langsung dan mencatat hasil temuan di lapangan. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil pengamatannya untuk dibahas bersama, sekaligus mengevaluasi penerapan metode survei dan proses pengambilan data.

Salah satu hasil penting dari pelatihan ini adalah kesepakatan untuk mengembangkan riset owa kalimantan di kawasan Tembinus dan Gunung Parung. Riset ini akan menggabungkan metode bioakustik dan survei langsung untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan, aktivitas, dan kondisi habitat owa.

Peserta mengamati dan mengidentifikasi tumbuhan di kawasan hutan.

Sebagai langkah awal, tim merencanakan pembangunan empat transek fenologi pada November 2026, masing-masing dua di Tembinus dan dua di Gunung Parung. Transek ini akan digunakan untuk memantau fase berbunga dan berbuah pada tumbuhan sebagai bagian dari kajian ketersediaan pakan dan kondisi habitat owa.

Selain itu, dua unit perangkat bioakustik akan dipasang untuk merekam vokalisasi owa kalimantan. Perangkat ini direncanakan dipindahkan setiap dua minggu agar pemantauan dapat menjangkau area yang lebih luas dan membantu mengidentifikasi lokasi keberadaan owa. Survei langsung juga akan dilakukan di sejumlah lokasi potensial untuk mengidentifikasi kelompok owa serta mengumpulkan data mengenai sebaran dan kondisi habitatnya.

Peserta melakukan pengamatan dan pencatatan vegetasi di kawasan hutan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari kerja sama Manka dan OIKN dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk pengelolaan keanekaragaman hayati di IKN. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, staf diharapkan dapat terlibat aktif dalam pengumpulan data secara berkala. Data ini nantinya dapat menjadi dasar untuk mengembangkan riset biodiversitas sekaligus mendukung upaya perlindungan satwa liar dan habitatnya di IKN.