Manka, 14 Agustus 2026 --- Tim Manka Regional Papua Selatan melakukan audiensi dan diskusi bersama Kepala Bidang Wilayah 1 Merauke, Y. Agung Widya, di kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Merauke, Papua Selatan, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Manka menjajaki kolaborasi dan memperkuat dukungan kelembagaan dalam pengembangan program di lanskap Wasur-Bupul (Wabu).
Dalam pertemuan tersebut, Manka memperkenalkan arah program yang mencakup isu iklim dan biodiversitas, pendampingan perhutanan sosial berbasis hak masyarakat (rights-based conservation), serta penguatan pangan lokal.

Direktur Manka, Juliarta Bramansa Ottay, memperkenalkan program jangka panjang dan tiga aspirasi utama Manka, yaitu pengusulan dan pengelolaan Integrated Area Development (IAD) Wasur-Bupul berbasis perhutanan sosial, mendorong kebijakan ekonomi berbasis pangan lokal dan regenerative agriculture, serta membangun kebijakan dan program yang pro iklim.
Dalam diskusi tersebut, Y. Agung Widya menjelaskan bahwa kawasan ini didominasi hutan rawa basah dan savana yang menjadi habitat bagi berbagai satwa, seperti kanguru tanah, rusa timor, walabi, dan burung cendrawasih. Kawasan tersebut juga memiliki ekosistem sungai dan rawa yang berpotensi mendukung perikanan air tawar.
Informasi tersebut menjadi masukan penting bagi Manka dalam memahami tantangan dan potensi kawasan sebelum pengembangan program. Salah satu tantangan yang dibahas adalah perubahan perilaku, sebaran populasi, hingga ukuran fisik satwa akibat masifnya perburuan. Di sisi lain, terdapat potensi penguatan pangan lokal, seperti sagu dan umbi-umbian, serta pemanfaatan potensi perikanan air tawar.
Audiensi ini menjadi langkah awal bagi Manka untuk membangun pemahaman bersama dengan lembaga yang memiliki pengalaman dan mandat dalam pengelolaan konservasi di Papua Selatan. Hasil diskusi menjadi masukan bagi Manka dalam memperkuat penjajakan kolaborasi dan mengembangkan program di lanskap Wasur-Bupul.