Jakarta, Sabtu (18/02) – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023, kegiatan talkshow dan pameran KUPILAH yang merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Unilever Indonesia dan Perkumpulan Mandala Katalika Indonesia kembali digelar di Sarinah, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan kali ini, telah berlangsung beberapa kegiatan seperti Sustainability Talkshow-Generasi Pilah Plastik, open mic dari perwakilan start-up (Siklus, Koinpack, Plastavfall dan Duitin), pameran foto dan hasil karya pengelolaan sampah, pengumuman pemenang writing competition untuk anak-anak, dongeng tentang sampah plastik dan pengumuman pemenang lomba foto Smart-Waste Lifestyle Jakarta. Rangkaian kegiatan ini sukses dengan antusiasme lebih dari 200 peserta yang hadir memenuhi lokasi acara.

Pada acara Sustainability Talkshow-Generasi Pilah Plastik, beberapa narasumber utama antara lain Asep Kuswanto-Kepala DLH DKI Jakarta, Ujang Solihin Sidik-Kasubdit Tata Laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah KLHK, Maya Tamimi-Head of Sustainable Environment Unilever Indonesia Foundation dan Adinia Wirasti-Aktris & Sustainable Living Enthusiast.

Gambar 1. Sustainability Talkshow-Generasi Pilah Plastik

“Sebagai bentuk peringatan akan bencana longsor sampah yang terjadi di Cimahi 2005 silam, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran bersama bahwa sampah bukan merupakan masalah sepele dan harus ditangani secara serius oleh semua pihak.” ungkap Ujang Solihin Sidik mengawali acara ini. Beliau juga menekankan bahwa memilah sampah dan membuat kompos sendiri dari rumah merupakan kunci penting bentuk kontribusi pengelolaan sampah yang dapat membantu 50-60% masalah sampah khususnya di DKI Jakarta.

Sejalan dengan hal tersebut, Asep Kuswanto menambahkan bahwa “Kurangi-pilah-olah sampah wajib dilakukan dan membutuhkan kolaborasi serta dukungan semua pihak agar penanggulangan masalah sampah baik di hulu, tengah dan hilir dapat tercapai. Melalui platform KSBB (Kolaborasi Sosial Berskala Besar), tercatat saat ini ada lebih dari 50 kolaborator yang telah bekerjasama dengan DLH DKI Jakarta”. Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah seiring dengan gaya hidup sustainable dan para pengelola sampah yang didominasi oleh kaum muda.

Maya Tamimi sebagai perwakilan produsen juga memberikan dukungannya terhadap kegiatan KUPILAH sampah karena sesuai dengan tujuan sustainability practice perusahaan. Beliau menyampaikan bahwa “Melalui aksi strategis namun tetap berkomitmen untuk kualitas produk yang baik, produsen terus berinovasi untuk mengurangi penggunaan plastik baru, menggunakan plastik daur ulang, mencoba kemasan hemat plastik hingga tidak menggunakan plastik sama sekali (sistem isi ulang). Sebagai bentuk produk kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat, sampah plastik kini dapat diubah menjadi lebih bernilai ekonomi bahkan energi terbarukan. Kondisi ini tidak terlepas dari dukungan para kaum muda yang memberikan ide kreatif dan implementasi yang praktis”.

Sebagai sustainability living enthusiast, Adinia Wirasti juga turut memberikan pandangannya terkait pilah sampah yang telah dia lakukan selama 5 tahun terakhir. “Meski sulit di awal, namun memilah sampah merupakan salah satu bentuk edukasi dan contoh aksi yang baik untuk anak-anak selain membuat rumah menjadi tidak bau. Kesadaran dan perilaku membuka diri untuk hal-hal positif tentang pengelolaan sampah melalui teman, komunitas dan kegiatan harus terus dinormalisasikan sehingga menjadi suatu kebiasaan atau habit yang baik” tegasnya.

Setelah acara Sustainability Talkshow, ada open mic dari perwakilan start up dan kaum muda seperti Siklus-Jessica B. Situmeang, Koinpack-Bintang Ekananda, Plastavfall-Reza Ramadhan dan Duitin-Adijoyo Prakoso yang dipandu oleh Juliarta Bramansa Ottay dari Manka. Para generasi muda ini menawarkan solusi ramah lingkungan pengelolaan sampah dengan mempresentasikan pentingnya KUPILAH sampah melalui inovasi masing-masing, seperti mengurangi sampah plastik dengan sistem isi ulang, layanan online penjemputan pilah sampah ke rumah, bank sampah, daur ulang sampah, tukar sampah jadi hadiah (uang hingga sayuran) dan lain-lain. Berbagai alternatif solusi ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat bahwa sampah bisa memiliki nilai ekonomi dengan cara yang lebih mudah dan praktis.

Gambar 2. Open Mic perwakilan start-up kaum muda (Siklus, Koinpack, Plastavfall dan Duitin)

Menyusul kegiatan open mic, semua peserta yang hadir dalam acara ini kemudian diajak untuk mengelilingi pameran foto dan hasil karya pengelolaan sampah yang dibagi menjadi 3 zona yaitu zona Kurangi, zona Pilah dan zona Olah.

Gambar 3. Pameran foto 20 finalis peserta lomba foto Smart-Waste Lifestyle Jakarta
Gambar 4. Pameran hasil karya pengolahan sampah (zona Kurangi)
Gambar 5. Pameran hasil karya pengolahan sampah (zona Olah)
Gambar 6. Mesin alat tukar botol plastik dan produk daur ulang plastik

Anak-anak pun turut antusias dengan hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan #GENERASIPILAHPLASTIK kali ini. Pengumuman lomba writing competition anak-anak dimenangkan oleh:

  • Juara 1: Dhafsi Zuyyin Elshira, “Kisah Antara Negeri Vernaza dan Pantai Albaraccin”
  • Juara 2: Manchester Pramudya Utomo, “Sampah dan Keluarga”
  • Juara 3: Aida Maritza Hariyanto, “Anisa Sang Pahlawan Sup3r”

Untuk membangkitkan suasana khususnya para peserta anak-anak, tidak ketinggalan pula ada pertunjukan dongeng interaktif dari kak Palupi Mutiasih dengan ukulelenya yaitu cerita tentang sampah botol plastik yang mencemari lautan dan membahayakan satwa laut.

Gambar 7. Dongeng interaktif dari kak Palupi Mutiasih

Pengumuman lomba foto Smart-Waste Lifestyle Jakarta merupakan hal yang paling ditunggu oleh para peserta baik yang datang langsung maupun secara online (IG live @mandalakatalika). Setelah melalui rangkaian seleksi yang panjang, 20 hasil karya foto finalis terpilih yang memenuhi syarat dan ketentuan dari dewan juri dipamerkan selama kegiatan berlangsung. Pengumuman pemenang lomba foto Smart-Waste Lifestyle Jakarta dan mendapatkan hadiah yang menarik akhirnya dimenangkan oleh:

  • Juara 1: Anindya Prameswari, Jakarta
  • Juara 2: I Nyoman Budiana, Lombok Barat
  • Juara 3: Ivu Fajar Samsumar, Surabaya

Pada malam hari, acara ditutup dengan pertunjukan musik perkusi dari DLH DKI Jakarta dan band Mocca x Nesia Ardi x Vira Talisa. (Manka)

Gambar 8. Pertunjukan musik perkusi dari barang bekas oleh DLH DKI Jakarta
Gambar 9. Pertunjukan musik band Mocca x Nesia Ardi x Vira Talisa
Artikel lainnya