Monitoring RKT 2025 di Pontianak Bahas Capaian Program Konservasi TNBBBR dengan Manka

Manka, 28 November 2025 – Perkumpulan Mandala Katalika (Manka) bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) melaksanakan kegiatan Monitoring Pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) pada 21 November 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan capaian program konservasi serta evaluasi kerja sama yang telah berjalan sepanjang tahun 2025.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Balai TNBBBR, Persada Agussetia Sitepu, S.Hut., M.Si. Beliau menekankan pentingnya penyesuaian grid agar datanya terintegrasi dengan Perencanaan Pengelolaan Biodiversity Kawasan TNBBBR yang menggunakan Analisis Ekosistem Terintegrasi yang telah disosialisasikan pada tanggal 20 November 2025 kepada semua mitra.

Analisis Ekosistem Terintegrasi dengan menggunakan grid yang sudah dilengkapi dengan berbagai informasi harapannya bisa membantu untuk memperoleh informasi yang lebih optimal. “Penyesuaian grid agar datanya terintegrasi sangat penting untuk mendukung perencanaan pengelolaan biodiversitas,” ujar Kepala Balai TNBBBR.

Kepala Balai TNBBBR, Persada Agussetia Sitepu, S.Hut., M.Si.

“Pemantauan fenologi perlu dikaitkan dengan jenis-jenis pakan orangutan agar dinamika ketersediaan sumber pakan di habitatnya dapat dipahami dengan lebih baik,” kata Persada Agussetia Sitepu.

Pengayaan data biodiversitas dapat dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi tambahan seperti bioakustik, drone termal, dan perangkat pemantauan lain. “Peningkatan kapasitas staf balai dan masyarakat menjadi kunci agar pengelolaan keanekaragaman hayati dapat berjalan secara berkelanjutan dan berbasis data,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Farid, Senior Program Manager Manka, memberikan apresiasi kepada TNBBBR atas diskusi dan monitoring kegiatan riset bersama. Ini sangat penting agar kita dapat meningkatkan kegiatan riset selama ini, pengelolaan data dan pemanfaatannya, termasuk sosialisasi kepada pihak-pihak yang relevan.

“Tanpa dukungan yang kuat dari Kepala Balai dan dedikasi dari tim TNBBBR dalam berkolaborasi di setiap kegiatan, tantangan yang dihadapi tidak akan mudah kita lewati,” tegasnya. Ia pun meyakini identifikasi gap dan masukan akan diperbaiki di masa depan, termasuk penguatan peralatan survei.

Manka memaparkan capaian dan analisis data biodiversitas 2025

Pertemuan ini menghasilkan evaluasi capaian program serta penguatan sinergi antara kedua pihak dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di TNBBBR. Pembahasan utama mencakup perkembangan program Penguatan Fungsi Konservasi Keanekaragaman Hayati melalui peningkatan pengelolaan database dan publikasi ilmiah.

Salah satu capaian penting adalah tingginya jumlah temuan satwa liar dari pemasangan camera trap di Resort Belaban. Hingga saat ini tercatat 49 jenis satwa, termasuk tiga mamalia yang menjadi catatan baru bagi kawasan TNBBBR. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Pemantauan fenologi sepanjang tahun direncanakan untuk menyediakan data terkait ketersediaan buah dan bunga sebagai sumber pakan satwa, yang penting bagi perencanaan konservasi habitat. Diskusi juga mencakup kajian baseline populasi orangutan, survei KAP (Knowledge, Attitude, Practices), serta analisis kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Belaban Ella yang dilakukan bersama Universitas Kapuas. Seluruh hasil kajian ini menjadi landasan ilmiah bagi penerapan konservasi adaptif di TNBBBR.

Penandantangan Berita Acara Monitoring Capaian Pelaksanaan RKT 2025

Kegiatan ditutup dengan Penandatanganan Berita Acara Monitoring Capaian Pelaksanaan RKT 2025, sebagai wujud komitmen bersama menjaga akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan program tahun berjalan.

Data dan informasi yang diperoleh diharapkan menjadi dasar bagi perencanaan, pengembangan, dan penyempurnaan kegiatan konservasi yang telah berjalan. Hasil kajian dan riset saat ini menyediakan landasan ilmiah untuk penerapan konservasi adaptif serta penguatan strategi pengelolaan guna memastikan keberlanjutan populasi satwa liar dan kesehatan ekosistem TNBBBR.

Rencana tindak lanjut yang disepakati meliputi penyusunan dan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas berdasarkan data yang telah dikumpulkan, melanjutkan program monitoring keanekaragaman hayati dan fenologi secara berkala, memperkuat pelibatan masyarakat sekitar khususnya Desa Belaban Ella dalam kegiatan riset jangka panjang dan kegiatan konservasi lainnya, serta melakukan pelatihan kepada masyarakat dan staf taman nasional untuk penguatan kapasitas. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian ekosistem TNBBBR secara berkelanjutan.